Wednesday, February 10, 2010

KEJAWEN “Permata” Asli Bumi Nusantara yang Selalu Dicurigai Dan Dikambinghitamkan ( copy paste dari internit)

Kearifan Lokal yang Selalu Dicurigai

Ajaran kejawen, dalam perkembangan sejarahnya mengalami pasang surut. Hal itu tidak lepas dari adanya benturan-benturan dengan teologi dan budaya asing (Belanda, Arab, Cina, India, Jepang, AS). Yang paling keras adalah benturan dengan teologi asing, karena kehadiran kepercayaan baru disertai dengan upaya-upaya membangun kesan bahwa budaya Jawa itu hina, memalukan, rendah martabatnya, bahkan kepercayaan lokal disebut sebagai kekafiran, sehingga harus ditinggalkan sekalipun oleh tuannya sendiri, dan harus diganti dengan “kepercayaan baru” yang dianggap paling mulia segalanya. Dengan naifnya kepercayaan baru merekrut pengikut dengan jaminan kepastian masuk syurga. Gerakan tersebut sangat efektif karena dilakukan secara sistematis mendapat dukungan dari kekuatan politik asing yang tengah bertarung di negeri ini.
Selain itu “pendatang baru” selalu berusaha membangun image buruk terhadap kearifan-kearifan lokal (baca: budaya Jawa) dengan cara memberikan contoh-contoh patologi sosial (penyakit masyarakat), penyimpangan sosial, pelanggaran kaidah Kejawen, yang terjadi saat itu, diklaim oleh “pendatang baru” sebagai bukti nyata kesesatan ajaran Jawa. Hal itu sama saja dengan menganggap Islam itu buruk dengan cara menampilkan contoh perbuatan sadis terorisme, menteri agama yang korupsi, pejabat berjilbab yang selingkuh, kyai yang menghamili santrinya, dst.
Tidak berhenti disitu saja, kekuatan asing terus mendiskreditkan manusia Jawa dengan cara memanipulasi atau memutar balik sejarah masa lampau. Bukti-bukti kearifan lokal dimusnahkan, sehingga banyak sekali naskah-naskah kuno yang berisi ajaran-ajaran tentang tatakrama, kaidah, budi pekerti yang luhur bangsa (Jawa) Indonesia kuno sebelum era kewalian datang, kemudian dibumi hanguskan oleh para “pendatang baru” tersebut. Kosa kata Jawa juga mengalami penjajahan, istilah-istilah Jawa yang dahulu mempunyai makna yang arif, luhur, bijaksana, kemudian dibelokkan maknanya menurut kepentingan dan perspektif subyektif disesuaikan dengan kepentingan “pendatang baru” yang tidak suka dengan “local wisdom”. Akibatnya; istilah-istilah seperti; kejawen, klenik, mistis, tahyul mengalami degradasi makna, dan berkonotasi negatif. Istilah-istilah tersebut “di-sama-makna-kan” dengan dosa dan larangan-larangan dogma agama; misalnya; kemusyrikan, gugon tuhon, budak setan, menyembah setan, dst. Padahal tidak demikian makna aslinya, sebaliknya istilah tersebut justru mempunyai arti yang sangat religius sbb;

Klenik : merupakan pemahaman terhadap suatu kejadian yang dihubungkan dengan hukum sebab akibat yang berkaitan dengan kekuatan gaib (metafisik) yang tidak lain bersumber dari Dzat tertinggi yakni Tuhan Yang Maha Suci. Di dalam agama manapun unsur “klenik” ini selalu ada.
Mistis : adalah ruang atau wilayah gaib yang dapat dirambah dan dipahami manusia, sebagai upayanya untuk memahami Tuhan Yang Maha Kuasa. Dalam agama Islam ruang mistik untuk memahami sejatinya Tuhan dikenal dengan istilah tasawuf.
Tahyul : adalah kepercayaan akan hal-hal yang gaib yang berhubungan dengan makhluk gaib ciptan Tuhan. Manusia Jawa sangat mempercayai adanya kekuatan gaib yang dipahaminya sebagai wujud dari kebesaran Tuhan Sang Maha Pencipta. Kepercayaan kepada yang gaib ini juga terdapat di dalam rukun Islam.
Tradisi : dalam tradisi Jawa, seseorang dapat mewujudkan doa dalam bentuk lambang atau simbol. Lambang dan simbol dilengkapi dengan sarana ubo rampe sebagai pelengkap kesempurnaan dalam berdoa. Lambang dan simbol juga mengartikan secara kias bahasa alam yang dipercaya manusia Jawa sebagai bentuk isyarat akan kehendak Tuhan. Manusia Jawa akan merasa lebih dekat dengan Tuhan jika doanya tidak sekedar diucapkan di mulut saja (NATO: not action talk only), melainkan dengan diwujudkan dalam bentuk tumpeng, sesaji dsb sebagi simbol kemanunggalan tekad bulat. Maka manusia Jawa dalam berdoa melibatkan empat unsur tekad bulat yakni hati, fikiran, ucapan, dan tindakan. Upacara-upacara tradisional sebagai bentuk kepedulian pada lingkungannya, baik kepada lingkungan masyarakat manusia maupun masyarakat gaib yang hidup berdampingan, agar selaras dan harmonis dalam manembah kapada Tuhan. Bagi manusia Jawa, setiap rasa syukur dan doa harus diwujudkan dalam bentuk tindakan riil (ihtiyar) sebagai bentuk ketabahan dan kebulatan tekad yang diyakini dapat membuat doa terkabul. Akan tetapi niat dan makna dibalik tradisi ritual tersebut sering dianggap sebagai kegiatan gugon tuhon/ela-elu, asal ngikut saja, sikap menghamburkan, dan bentuk kemubadiran, dst.
Kejawen : berisi kaidah moral dan budi pekerti luhur, serta memuat tata cara manusia dalam melakukan penyembahan tertinggi kepada Tuhan Yang Maha Tunggal. Akan tetapi, setelah abad 15 Majapahit runtuh oleh serbuan anaknya sendiri, dengan cara serampangan dan subyektif, jauh dari kearifan dan budi pekerti yg luhur, “pendatang baru” menganggap ajaran kejawen sebagai biangnya kemusyrikan, kesesatan, kebobrokan moral, dan kekafiran. Maka harus dimusnahkan. Ironisnya, manusia Jawa yang sudah “kejawan” ilang jawane, justru mempuyai andil besar dalam upaya cultural assasination ini. Mereka lupa bahwa nilai budaya asli nenek moyang mereka itulah yang pernah membawa bumi nusantara ini menggapai masa kejayaannya di era Majapahit hingga berlangsung selama lima generasi penerus tahta kerajaan.


Ajaran Tentang Budi Pekerti, Menggapai Manusia Sejati

Dalam khasanah referensi kebudayaan Jawa dikenal berbagai literatur sastra yang mempunyai gaya penulisan beragam dan unik. Sebut saja misalnya; kitab, suluk, serat, babad, yang biasanya tidak hanya sekedar kumpulan baris-baris kalimat, tetapi ditulis dengan seni kesusastraan yang tinggi, berupa tembang yang disusun dalam bait-bait atau padha yang merupakan bagian dari tembang misalnya; pupuh, sinom, pangkur, pucung, asmaradhana dst. Teks yang disusun ialah yang memiliki kandungan unsur pesan moral, yang diajarkan tokoh-tokoh utama atau penulisnya, mewarnai seluruh isi teks.
Pendidikan moral budi pekerti menjadi pokok pelajaran yang diutamakan. Moral atau budi pekerti di sini dalam arti kaidah-kaidah yang membedakan baik atau buruk segala sesuatu, tata krama, atau aturan-aturan yang melarang atau menganjurkan seseorang dalam menghadapi lingkungan alam dan sosialnya. Sumber dari kaidah-kaidah tersebut didasari oleh keyakinan, gagasan, dan nilai-nilai yang berkembang di dalam masyarakat yang bersangktan. Kaidah tersebut akan tampak dalam manifestasi tingkah laku dan perbuatan anggota masyarakat.
Demikian lah makna dari ajaran Kejawen yang sesungguhnya, dengan demikian dapat menambah jelas pemahaman terhadap konsepsi pendidikan budi pekerti yang mewarnai kebudayaan Jawa. Hal ini dapat diteruskan kepada generasi muda guna membentuk watak yang berbudi luhur dan bersedia menempa jiwa yang berkepribadian teguh. Uraian yang memaparkan nilai-nilai luhur dalam kebudayaan masyarakat Jawa yang diungkapkan diatas dapat membuka wawasan pikir dan hati nurani bangsa bahwa dalam masyarakat kuno asli pribumi telah terdapat seperangkat nilai-nilai moralitas yang dapat diterapkan untuk mengangkat harkat dan martabat hidup manusia.

Dua Ancaman Besar dalam Ajaran Kejawen

Dalam ajaran kejawen, terdapat dua bentuk ancaman besar yang mendasari sikap kewaspadaan (eling lan waspada), karena dapat menghancurkan kaidah-kaidah kemanusiaan, yakni; hawanepsu dan pamrih. Manusia harus mampu meredam hawa nafsu atau nutupi babahan hawa sanga. Yakni mengontrol nafsu-nafsunya yang muncul dari sembilan unsur yang terdapat dalam diri manusia, dan melepas pamrihnya.
Dalam perspektif kaidah Jawa, nafsu-nafsu merupakan perasaan kasar karena menggagalkan kontrol diri manusia, membelenggu, serta buta pada dunia lahir maupun batin. Nafsu akan memperlemah manusia karena menjadi sumber yang memboroskan kekuatan-kekuatan batin tanpa ada gunanya. Lebih lanjut, menurut kaidah Jawa nafsu akan lebih berbahaya karena mampu menutup akal budi. Sehingga manusia yang menuruti hawa nafsu tidak lagi menuruti akal budinya (budi pekerti). Manusia demikian tidak dapat mengembangkan segi-segi halusnya, manusia semakin mengancam lingkungannya, menimbulkan konflik, ketegangan, dan merusak ketrentaman yang mengganggu stabilitas kebangsaan

NAFSU

Hawa nafsu (lauwamah, amarah, supiyah) secara kejawen diungkapkan dalam bentuk akronim, yakni apa yang disebut M5 atau malima; madat, madon, maling, mangan, main; mabuk-mabukan, main perempuan, mencuri, makan, berjudi. Untuk meredam nafsu malima, manusia Jawa melakukan laku tapa atau “puasa”. Misalnya; tapa brata, tapa ngrame, tapa mendhem, tapa ngeli.
Tapa brata ; sikap perbuatan seseorang yang selalu menahan/puasa hawa nafsu yang berasal dari lima indra. Nafsu angkara yang buruk yakni lauwamah, amarah, supiyah.
Tapa ngrame; adalah watak untuk giat membantu, menolong sesama tetapi “sepi” dalam nafsu pamrih yakni golek butuhe dewe.
Tapa mendhem; adalah mengubur nafsu riak, takabur, sombong, suka pamer, pamrih. Semua sifat buruk dikubur dalam-dalam, termasuk “mengubur” amal kebaikan yang pernah kita lakukan kepada orang lain, dari benak ingatan kita sendiri. Manusia suci adalah mereka yang tidak ingat lagi apa saja amal kebaikan yang pernah dilakukan pada orang lain, sebaliknya selalu ingat semua kejahatan yg pernah dilakukannya.
Tapa ngeli, yakni menghanyutkan diri ke dalam arus “aliran air sungai Dzat”, yakni mengikuti kehendak Gusti Maha Wisesa. “Aliran air” milik Tuhan, seumpama air sungai yang mengalir menyusuri sungai, mengikuti irama alam, lekuk dan kelok sungai, yang merupakan wujud bahasa “kebijaksanaan” alam. Maka manusia tersebut akan sampai pada muara samudra kabegjan atau keberuntungan. Berbeda dengan “aliran air” bah, yang menuruti kehendak nafsu akan berakhir celaka, karena air bah menerjang wewaler kaidah tata krama, menghempas “perahu nelayan”, menerjang “pepohonan”, dan menghancurkan “daratan”.

PAMRIH

Pamrih merupakan ancaman ke dua bagi manusia. Bertindak karena pamrih berarti hanya mengutamakan kepentingan diri pribadi secara egois. Pamrih, mengabaikan kepentingan orang lain dan masyarakat. Secara sosiologis, pamrih itu mengacaukan (chaos) karena tindakannya tidak menghiraukan keselarasan sosial lingkungannya. Pamrih juga akan menghancurkan diri pribadi dari dalam, kerana pamrih mengunggulkan secara mutlak keakuannya sendiri (istilahnya Freud; ego). Karena itu, pamrih akan membatasi diri atau mengisolasi diri dari sumber kekuatan batin. Dalam kaca mata Jawa, pamrih yang berasal dari nafsu ragawi akan mengalahkan nafsu sukmani (mutmainah) yang suci. Pamrih mengutamakan kepentingan-kepentingan duniawi, dengan demikian manusia mengikat dirinya sendiri dengan dunia luar sehingga manusia tidak sanggup lagi untuk memusatkan batin dalam dirinya sendiri. Oleh sebab itu pula, pamrih menjadi faktor penghalang bagi seseorang untuk mencapai “kemanunggalan” kawula gusti.
Pamrih itu seperti apa, tidak setiap orang mampu mengindentifikasi. Kadang orang dengan mudah mengartikan pamrih itu, tetapi secara tidak sadar terjebak oleh perspektif subyektif yang berangkat dari kepentingan dirinya sendiri untuk melakukan pembenaran atas segala tindakannya. Untuk itu penting Sabdalangit kemukakan bentuk-bentuk pamrih yang dibagi dalam tiga bentuk nafsu dalam perspektif KEJAWEN :
1. Nafsu selalu ingin menjadi orang pertama, yakni; nafsu golek menange dhewe; selalu ingin menangnya sendiri.
2. Nafsu selalu menganggap dirinya selalu benar; nafsu golek benere dhewe.
3. Nafsu selalu mementingkan kebutuhannya sendiri; nafsu golek butuhe dhewe. Kelakuan buruk seperti ini disebut juga sebagai aji mumpung. Misalnya mumpung berkuasa, lantas melakukan korupsi, tanpa peduli dengan nasib orang lain yang tertindas.

Untuk menjaga kaidah-kaidah manusia supaya tetap teguh dalam menjaga kesucian raga dan jiwanya, dikenal di dalam falsafah dan ajaran Jawa sebagai lakutama, perilaku hidup yang utama. Sembah merupakan salah satu bentuk lakutama, sebagaimana di tulis oleh pujangga masyhur (tahun 1811-1880-an) dan pengusaha sukses, yang sekaligus Ratu Gung Binatara terkenal karena sakti mandraguna, yakni Gusti Mangkunegoro IV dalam kitab Wedhatama (weda=perilaku, tama=utama) mengemukakan sistematika yang runtut dan teratur dari yang rendah ke tingkatan tertinggi, yakni catur sembah; sembah raga, sembah cipta, sembah jiwa, sembah rasa. Catur sembah ini senada dengan nafsul mutmainah (ajaran Islam) yang digunakan untuk meraih ma’rifatullah, nggayuh jumbuhing kawula Gusti. Apabila seseorang dapat menjalani secara runtut catur sembah hingga mencapai sembah yang paling tinggi, niscaya siapapun akan mendapatkan anugerah agung menjadi manusia linuwih, atas berkat kemurahan Tuhan Yang Maha Kasih, tidak tergantung apa agamanya.

Monday, February 1, 2010

ikutlah kami ke daerah abjad asli

Sebenarnya saya ketinggalan teramat jauh dalam pengalaman IT ini . Biarpun dah lebin 3 tahun memiliki laptop jenama koman acer, koman-koman pun usaha sendiri juga. Saya minta kawan belikan di Kuala Lumpur sebab orang kata di sana murah sikit, lagipun saya tak tau apa benda ada dalam laptop kalau saya yang beli sendiri . Cumanya wiles internet gagal beroperasi. Sehinggalah pada satu hari di kedai lepak si Ulad, Cikgu Idrus Ariffin SMK Lohan Ranau .bertanyakan saya tentang Facebook? Apa itu aahh…? Kaisah ini baru berlaku sekitar cuti akhir tahun 2009. Nasib saya baik juga, kebetulan Cikgu Jasni Jahani SMK Timbua Ranau ada bawa laptop, dan atas saranan dan panduan Cikgu Idrus, Cikgu Jasni pun baru bina Facebooknya malam tu juga. ala..la tugasan saya pula adalah …. meniru….

Hujung tahun balik saja ke Labuan, saya belajar bina e mel baru .siap bebarapa minit ja. belajar pula cuba-cuba bina facebook setakat dapat uplood juga gambar dulu. 4 hari di Labuan, balik kampong cuti Krismas, awal-awal saya dah pesan minta Cikgu Mazlan belikan USB Adapter d Kota Kinabalu,harganya Murah sikit berbanding di Labuan biarpun Labuan pulau bebas cukai. Di resthause lohan Cikgu mazlan tolong Instal dan dah boleh dapat wiles internit sudah Cikgu Mazlan Atin setiusaha Abjad Sabah, maju dah dengan IT ni dan saya juga belajar tanam candawan dari dia.jom menanam candawan.Facebook belum boleh pakai ada kurang barangkali.

Bercuti tiga hari di kampung sempat masyuarat dan bagi bai’ah orang baru, esoknya saya pun bertolak kembali ke Labuan.cipta Rekod baru pukul 3.00 pagi dari rumah , singgah kawan di kundasang,cari punya cari gerai makan belum ada yang buka, oleh kerana belum ada gerai bukai awal pagi terus saja ke menumbuk ,sampai jam 8.30 pagi makan dulu… baru urus kereta. Jam 12.30 petang sampai Labuan lapor diri dulu di sekolah baru,Guru Besar Baru Ustaz Radzizam Awang Damit kemudian ke sekolah lama Guru Besar Baru Juga Ustaz Ali Han orang kuat Datuk Yusuf Mahal, saya ambil barang-barang peribadi yang ada. Tak jadi-jadi juga saya Guru Besar alaa.. la..
Esoknya bertugas dan baru berhadapan semula dengan laptop yang ada wiles, wui… seronoknya.. Alamak Facebook masih tak bole buka pula, hari tu suda bina, dah upload gambar pun , tapi tak pandai pakai pula, alaa…la.. tinggalkan dulu. ada tugas lain lagi ,boring-boring teringat pula nak menulis, masa inilah saya mula cuba menulis bicara Awal Badal Sabah, banyak kali juga edit dah post pun masih edit.

satu hari saya singgah di rumah seorang kawan ,sebab malas nak balik rumah awal ,tiada apa mau di buat,lepak punya lepak, saya Nampak kawan tu tinggalakan laptopnya semantara untuk solat . wah.. ada can menganggu…… kawan tu sedang main facebook bah tadi, jadi terujalah saya untuk cuba membuka kembali laman facebook yang terbangkali itu,buka punya buka. ai… tadi dia orang main dalam bahasa melayu kenapa saya buka dalan bahasa inggerish pula? Nilah kalau tak rajin sekolah Dah lah tak faham tak reti lagi… malu Segan-segan saya tanyalah juga empunya laptop itu Ustaz Wafi Suharin tak berkat barangkali. Jadinya saya bina lagi satu facebook dalam bahasa melayu pula, tu yang jadi facebook saya sekarang ,manakala yang ada gambar hendsom bahasa orang putih itu tak bergerak-gerak sudah.

Ustaz Azizi Madirin Pula Addkan saya dengan bebarapa kenalan awalnya.. dia yang main sehinggalah saya boleh bergerak sendiri . Alangkah indahnya dunia Facebook ini,saya pun ada juga menyarankan bebarapa rakan untuk membina facebook . Betul Kata Hanif Staring Boleh ketagih main Facebook ini. Asal saya menatap laptop kawan-kawan kata saya main facebook, sehingga boleh kensel main futsal wah…

Jadi lebih kurang sebulan lebih ni, saya rajin melayari laman internit ini,terutama Facebook Cuma waktu sekolah saja kerana belum memiliki boardbarnd sendiri. laptop koman saya ini wilesnya sudah boleh beroperasi selapas di format dan menggunakan windos 7 . Sambil-sambil facebook, belajar-belajar pula merayau ke laman orang melihat-lihat sambil menciplak apa yang boleh-bolah di ciplak. Saya dah jumpa blog kominiti peminat tamar jalis (SBDJ) dan (BDS) Tok Awang Ngah.
sehinggalah termasuk laman mereka yang hebat-hebat.wui.. debat kaw-kaw punya dia orang behujah hebat-hebat sehingga terdorong juga perasaan hati teringin join topik hebat-hebat itu. Nasib saya tak reti nak join sama .!nak campin it dulu. macam boleh makan juga,,,ha.. ha..ha ego juga diri, ya teringgat saya zaman muda-muda dahulu pantang tak join kalau bab ilmiah begini. Sampai berhari-hari, berkitab-kitab ,siang malam tak dapat rasa,selagi sebelum kepastian datang menjelma dan mesti menang punya ..belum terkalah tau sampai sekarang… .eee.. wah… memilih juga mangsa.. kalau yang ala kadar saja .. tak payah layan buat buang karan saja.

Saya suka acara seperti ini, kerana dikeranakannya saya akan rajin membaca, rajin mencari bahan rujukan dan yang lucunya begitulah caranya saya mencuri ilmu pengatahuan orang lain.belajar bertahun-tahun belum tentu sempat jumpa bab-bab yang demikin rupa.. jangan tiru tau…
Dan begitu mudah rupanya mencari bahan untuk hujah copy dan paste saja dari internit, berjuta bloger yang piau.. piau hebat.hebat ada bahannya. Tak mencabar minda kalau macam itu caranya. Jadi saya memilih untuk buka kadai juga .. dengan bahan pameran ala kadar jawab ikut persepsi diri bukan ajaran dari saya atau pendapat saya jauh sekali menganggap diri.

Setahun lebih sudah saya menjadi wakil guru pusat (badal)biasalah dan tadi setiusaha Abjad sms aktiviti latihan padang katanya cuti dah dua minggu, apa kena bro.. ? jawatankuasa padang inilah cabaranya bawa- bawalah bersabar... semangat sangat barangkali hingga segala iblis dan syaitan di hati tergerun ..pada halnya Sebenarnya bahagian inilah penyumbang utama dispilin pencapaian tahap demi tahap..bukan tujuan menjadi pendekar tanpa nama.. apa lagi mau jadi ultramen .. jauh sekali

Dan rasanya tugas saya sebagai pengerusi dan wakil Guru Ijazah cawangan untuk negeri sabah amat perlahan dikeranakan saya masih berada pada tugas asas sebagai penjawat Jawatan Jabatan kerajaan , kekengan masa dan jarak perjalanan yang amat jauh bagi melaksanakan apa yang sepatutnya boleh diawalkan. ditambah pula mula Agak berat pula rasa hati untuk melapaskan jawatan jabatan ini. Bila dah melalui pendapatan bulanan di angka begini dan lebih-lebih lagi terkenang masa – masa susah dahulu terdetik luahan rasa … mungkin tak sanggup bersusah lagi. * Mudah – mudahan Allah S.w.t. menganugerahkan dan memilihkan saya suatu keadaan yang akan menguntungkan saya dan untuk kita semua di dunia dan akhirat.

Saya sentiasa ingin dan bersedia berkongsi dengan semua. pada pengalaman saya yang menuju ke daerah abjad asli dan kerana barangkali tiba sudah saatnya untuk saya patut keluar ke daerah- daerah lain untuk mewar – warkan bahawa di mana ada satu daerah bernama daerah abjad asli yang mana pada daerah ini terdapat penghasilan yang jarang di temui di daerah perkampungan lain, biarpun penghasilan – penghasilan ini sebenarnya adalah hakcipta terpelihara dan hanya dapat dimiliki dan di kongsi oleh mereka yang telah di izinkan mencapainya, dan sepertinya saya tidak dapat berkongsi sepenuhnya atas apa keadaan,cara,dan apa perolehan di daerah abjad asli ini. Formula – Formula yang di perolehi kemungkinan tidak sama dan Semestinya datanglah dan cuba sendiri…… alami suasan keriangan yang berlaku,

cerita mereka yang hanya melangkah ke gerbang pintu kemudian terpancul keluar dan mereka yang mengintai-gintai cuma dan mereka yang berkeliling-keliling cuma di daerah abjad asli ini amat kesian budi bicaranya kerana gagalnya mendapatkan gambaran perolehan di daerah abjad asli. Terlebih kesian lagi bagi mereka-mereka yang ke pekampungan gersang dan tandus untuk bertanyakan khabar berita hal ehwal di daerah abjad asli, negeri darul salam.padahal mereka yang berada di perdaerahan abjad asli ini berada di bawah payung dan di bawah naungan syekh muhiyiddin .
Rakan-rakan sekelian, mereka –mereka yang telah menuju ke daerah abjad asli ini datang dari segenap pelusuk gugusan perkampungan, perdaerahaan dan pernegerian, dan yang alang kepalang ada antara mereka ini adalah telah mencapai perolehan pangkat gelaran bangsawan,memegang kuasa dan pewaris di daerahnya lalu meninggalkan semua itu seterusnya melangkah menuju menerima seruan ke daerah abjad asli ini dan rata-rata mereka inilah yang mencapai kedaulatan menerima Anugerah seterusnya di daerah abjad asli ini.

Memang kita tidak nafikan ada antara mereka-mereka yang telah memasuki daerah abjad asli ini. Mengeluarkan diri atau terkeluar atau dikeluarkan ,lalu berceritalah keadan semasa yang tidak di gemarinya di daerah abjad asli ini, apa sebenarnya yang terjadi.? Sehingga ada perkara begitu berlaku… saya selalu mengumpamakan hal begitu seperti pada padi ada hampas ,pada beras ada padi, pada beras ada batu.Cuma mereka yang mengeluarakan dirinya dari negeri abjad asli ini adalah mereka-mereka yang tanpa tujuan, kemana pun mengambara daerahnya tatap serupa adanya jarang diketahui menjadinya walau bagi seorang keberadaannya

Tuan tuan puan. Melangkah saya kedaerah abjad asli dengan kosong sekosongnya dengan tujuan mudahlah saya mengutip serupa adanya yang ada pada daerah abjad asli ini. ini rupanya yang gagah melangkah masuk dengan membuang meninggalkan semua dengan tanpa niat untuk singgah mengambilnya kemudian sekembalinya dari perjalanan yang tak tentu berpatah pada arah yang sama,ini adanya atas nasihat Tok Ayah Tasik baru ku merasa kini...

Dan sebagai santapan minda ini ada satu soalan bodoh…?

Telah lengkap sempurnanya seruan dan ajaran Nabi Muhammad S.a.w tidak perlu ada lagi tambah atau kurang benda yang dah ada masa kini, seperti ada orang bertanya kan pandaikah Nabi Muhammad memandu kereta ? atau dulu-dulu mana ada jet bawa bom ? Nak Jawab Macam mana ? tentu bermacam-macam jawabnya kan ? bah letak solan ni di Facebook melatup …. Ini Jawaban tahap saya dengan penuh keyakin dan kepercaya Nabi Muhammad S.a.w. Mampu memandu kereta dan dengan kurniaan Allah S.w.t, sejak azali lagi Nabi Muhammad saw telah dahulu memandu kereta .
Wallahu ‘alam.

Monday, January 25, 2010

Satu hari ketika sedang Ahmad bermain-main dengan kawan-kawanya di kawasan rumah pengasuhnya Ummu Aiman, datang seorang lelaki lalu menanggkap Ahmad,kemudian lelaki itu membelah dada Ahmad dan mengeluarkan hatinya . lalu lelaki itu membasuh hati Ahmad dalam sebuah bijana diperbuat dari permata ,selasai lelaki itu membasuh hati Ahmad. lelaki itu memasukan kembali hati Ahmad , selasai lelaki itu memasukan hati Ahmad. Ahmad pun bangun kembali dan berlari bermain-main dengan rakan-rakanya. Peristiwa itu disaksikan oleh Ummu Aiman dengan penuh rasa ta’ajub. bila Ummu Aiman sedar dari tergama barulah di tangkapnya Ahmad dan diperiksanya dada Ahmad, lalu cepat-cepat dihantarnya Ahmad kembali kepada ibu bapanya dan di ceritakanya kaisah apa yang telah berlaku tadi. Apakah Abdullah bin Abd. Mutalib sebagai bapa dan Aminah Bte Wahab sebagai ibu percaya tentang apa yang dikaisakan oleh Ummu Aiman itu ? Aiman tak kisah…..

Saya pun tidak kaisah berapakah umur Ahmad pada ketika itu? Kerana dari kisah ini saya mahu melontarkan lagi satu soalan bodoh, kenapa bukan kepala yang dibelah? Kenapa Bukan otak yang di basuh? Kan Fikiran dan ilmu pengatahuan yang di Agung-Agungkan ada di Otak? Melainkan adalah cerita kisah di atas itu ciptaan dan rekaan Ummu Aiman semata-mata. Adakah Aiman tak kisah?

Jumuhur Ulama Menyatakan bahawa kisah tadi adalah diantara peristiwa luar biasa yang berlaku kepada Ahmad sebagai persediaan untuk penerimaan wahyu. Ahmad dikisahkan juga tak sekolah dan tak pandai menulis dan tak pandai membaca,Biarpun Ahmad dari keluarga bangsawan Arab Quraiysh, Kenapa Ahmad tak sekolah? Atau time Tu belum ada tadika ? Rumah Ummu Aiman itu rasanya macam Taman Asuhan kanak-kanak Kan? Macam mana Aiman?

Zikir pada dasarnya dapat membersihkan hati. Takkan nak tunggu lelaki di atas datang membelah dan membasuh hati pula ? Jadi apalah saja salahnya ini sebagai bekalan kebajikan akhirat saya, berdakwah dahlah tak mampu,mengajar pun tak ada masa sudah. Harta untuk diwakafkan pun tidak ada.

Itulah anggapan saya, marilah bersama-sama membersihkan dahulu hati…

رَبِّ
Ya Allah..

اَشْرَحْ لِىْ صَدْرِى

Hiaskanlah hatiku…

وَيَسِّرْلِىْ اَمْرِىْ

Permudahkanlah perjalanan urusanku…

وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِى

Bukalah simpul pengikat lisanku…

. يَفْقَهُوْ قَوْلِىْ

Agar mereka memahami pertuturanku…

Amin Ya Rabil Alamin

Saturday, January 16, 2010

Apa menarik sangat di daerah Abjad asli

Telah di khabarkan kepada saya bahawa Pertubuhan Seni Silat Abjad Jabat Kilat Malaysia Cawangan sabah di kg. lohan 1 ranau telah memulakan aktiviti latihan padang dan diadakan pada setiap malam sabtu bertempat di padang permainan bola kg.lohan. Tahniah. teruskan...
kepada sesiapa yang berminat sila berhubung terus dengan Jawatan Kuasa Latihan Padang. Bukan pedang ah…..

Dengan pengalaman yang sedikit jua ini bersama di daerah Abjad Asli. Saya selalu mengumpamakan pertemuan saya dengan daerah Abjad Asli ini seperti satu masa tiba-tiba terlihat seorang gadis yang menarik dimata dan menarik dihati, lalu tergeraklah hati untuk mahu berkenalan denganya,dan ikhtiar cara berkenalan denganya adalah didorongkan dari kekuatan dan kehendak hati… saya terdorong ke daerah Abjad Asli ini pada hal seperti yang saya telah ceritakan dalam bicara awal Badal Sabah.

saya ingin kongsikan bersama,

Apa sebenarnya yang menarik sanggat tentang daerah Abjad Asli ni.. perkara terperinci tentang Abjad Asli ini adalah seperti yang tertera di pautan laman web Abjad Malaysia. Rujuk saja disana. Segala yang benar belaka adalah yang diterakan disana.
Apa yang saya akan utarakan adalah dari persepsi saya dari pengalaman saya. Versi saya ini bukan Ajaran saya. Tak kenal maka tak cinta. Dari mata turun ke hati?seperti Faham saya ketika kecilnya Ahmad* sering mengasingkan dirinya dari Kaumnya Quraish ke gua hirak’ atas panduan hatinya yang melihat telatah dan adat budaya kaumnya, ketika itu tidak bersesuaian dengan hatinya. Itulah anggapan saya dengan Abjad Asli ini.saya melihatnya dan merasai kehidupan di daerahnya maka adalah ia Abjad Asli ini yang bertepatan bersesuaian dengan hati saya.

Alhamdulillah.. saya dipermudahkan untuk memahami dan kekadang saya berkebolehan untuk menerangkanya mengikut persepsi saya.Ramai orang menggariskan, menandakan atau menganggap,atas perkara yang dikatakan antara ciri-ciri atau tanda-tanda bagi satu ajaran yang salah melalui pembacaan Cuma. Tidak adanya pendidikan secara formal,apa pun dalam kehidupan beragama kita tidak dapat lari dari jenama keberkatan, jadinya kadang-kadang belajar sedikit, alhamdullilah incomenya dapat banyak.seaindainya Seumpamanya kira terteralah juga kirtikan dan anggapan, tuduhan terhadap siapa-siapa yang ada itu semua, atas dalil yang telah diadakan itu maka salahlah dan kekadang mudahnya tertera perkataan Ajaran Sesat dengan alasan untuk menjaga kedaulatan,memurnian, kesucian agama Islam.Maka Selalu saya ingatkan diri sendiri dengan maksud al-quran. Dan” kenapa tidak kamu menjadi” umat yang menyeru.. kepada kebaikan dan menegah* keburukan dan kemungkaran(* saya tak letak mencegah)
maka atas nama kebaikan dan menegah itu memerlukan ilmu...* cuma asasnya hati..

Mengapa ajaran itu sesat? Adakah dikeranakan kerana yang membawa ajaran itu itu sesat ?? atau memang isi pelajaran ajaran itu sesat lagi menyesatkan? Dipermulaan saya mendakati daerah Abjad Asli ada rakan dan kalangan yang mempunyai ilmu mengatakan Seni Silat Abjad Asli Jabat Kilat Malaysia adalah ajaran sesat!!. Adakah dengan butanya itu cinta maka butalah hati ku maka lalu hanyutlah aku di buainya oleh kebutaan? Atau bila mana Tok Ayah Tasik gelar aku si bodoh maka bodoh sangatkah aku? Dalam ingat aku, selalunya saya suka mengutarakan sesuatu persoalan soalan yang bodah. Maka beraggapanlah aku, bodoh jugalah yang menjawab akan soalan-soalan bodoh ku itu.
Lalu aku mengandaikan memang Ajaran Seni Silat Abjad Asli ini memang sesat lagi menyesatakan lalu aku terjun kedaerah Abjad Asli bersama labu-labu . Kenapa? dengan pengatahuan dan keupayaan dan kekuatan penjumlahan nama saya, dengan enam bulan diwaktu gelap-gelita saya berbasikal berulang-alik ziaraah kerumah Tok Ayah di Tasik akhirnya Tok Ayah Tasik masih menyarankan saya menyempurnakan Solat sunat hajat Istikorah 40 hari dahulu? Adakah ini solan bodoh atau perbuatan bodoh jugakah? Atau rosak sudahkah itu labu-labu oleh angan-angan mimpian hayalan dikerana telah berzikir berjuta-juta?

Sebagai manusia biasa saya tidaklah terlari dari telah mengguris hati dan perasaan Tuan Guru Tok Ayah Tasik Cikgu saidin” mudah-mudahan Allah S.w.T telah meletakan beliau kesuatu tempat yang menjadi idaman para-para pengimpinya”, dengan soalan-soalan bodoh, dari sanggahan bicara,dari tingkah laku maklumlah kita ini orang sabah tidak memahami pembudayaan kemelayuan, adat resam orang melayu.di tambah lagi dengan mimpi aneh saya di akhir…*cerita mulut kemulut pernah dikhabarkan satu ketika dulu, bila tok ayah marah, lalu matikan lampu rumahnya, seluruh Malaysia juga telah mengalami kegelapan.WALLUA’LAM

Seni Silat Abjad Asli ini memang tidak ada lebihnya atau betulnya bagi mereka yang tidak dihidayahkan Allah s.w.t.Memasuki ke daerah Abjad Asli.. macam mana tu ? Manis gula.,pedasnya lada, indahnya perasaan didaerah ABJAD ASLI tidak dapat diluah untuk dikongsikan bersama-sama.Orang kata Abjad Asli ini sesat ataupun orang kata ajaran Abjad Asli ini memang betul pun tak merubahkan kehendah Allah S.w.t. jadilah aku menjadi daripada yang ada jua ini. Pastinya yang tak mendapatkan hidayah ke daerah Abjad Asli termasuk orang-orang yang dirugikan…

Apakah dengan berzikir boleh melengah atau melalaikan seorang budak sekolah dengan pembelajaranya….. ? rasanya saya perlulah berdalil dan mempormosikan buku NUR AMALINAH murid pintar 18 A SPM.Kerana atas tanggungan diri saya dah kalah bah. tidak dapat membuktikan atas nama kecemerlangan.apa lagi kerjaya yang tidak tetap. bujang lagi... faham ku tu semua.
wallahu 'alam

Wednesday, January 13, 2010

patod penunubakan dan sajian

Satu upacara masyarakat kami yang ada persamaan dengan ajaran agama lain ialah Pated * penunubakan iaitu satu tempat atau longgokan sesuatu yang dipuja disangkakan dapat menerbitkan kuasa yang boleh memberi pertolongan apabila diperlukan malahan kadang-kadang sembahan kepada patod ini adalah binatang yang lebih besar seperti dari kambing ke lembu dan kadang-kadang benda itu mau juga rasa konon kerbau yang pendek dan tak hendsome itu. ,sembahan-sembahan seperti tersebut juga ada didalam amalan agama hindu dan buddha.seperti yang kita biasa lihat di kuil-kuil hindu dan tokong Buddha.Cuma barangkali kita tak pernah berfikir atau ambil tahu, apa sebenarnya yang berlaku di sebalik,tujuan atau kandungan yang tersirat dan tersurat didalam amalan seumpama ini. Apa lagi untuk bertanyakan keasahanya.

Manakala sesajin dalam amalan kebapaan itupun saya rasakan adalah upacara sembahan kepada Makhluk yang suka makan wangian.seperti binatang yang berlakun dalam sarkes apabila selasai membuat persembahan maka diberilah makanan.makhluk ini diberikan makanan kerana telah selasai melakukan perkhidamatan atau persediaan untuk melakukan tugasan-tugasan yang akan di berikan kemudian.

Makhluk ini sebenarnya dipelihara mengikut perjanjian persefahaman yang telah dipersetujuhi oleh pemiliknya. Bermacam-macam kaedah dan petua amalan dalam perjanjian seumpama ini.Menurut cerita makhluk itu akan memakan sedikit darah tuannya untuk memudahkanya menjelma seperti tuannya.makhluk yang tidak bertuan tidak mempunyai irasan wajah dan dikatakan tidak akan berapa ganas berbanding dengan makhluk yang telah memakan darah tuannya. Selain dari boleh menyerupai rupa tuannya termasuk boleh mencampuri isteri tuannya.maka makhluk bertuan ini lebih agresif dan suka cari pasal.malahan ia akan menyebabkan tuannya sukar untuk menghadapi norma kehidupan beragama, teramat mudah marah-marah.dikatakan pula susah untuk mati jika tidak sempat mewariskan makhluk peliharannya kepada pewarisnya.

Proses pewarisan ini sebenarnya tidak rumit kerana tidak memerlukan satu upacara yang tertentu.ia boleh berlaku dalam kata-kata kiasan,sesuatu benda-banda hadiah,dan lebih-lebih lagi kalau pemilik asalnya telah mempertaruhkan DAN menyetujuhi bahawa semua keturunan anak cucunya adalah pewarisnya.

Sunday, January 10, 2010

CERITA KITA AJA...

Salam satu malaysia. sayapun terharu dengan situasi yang melanda kita hari-hari sekarang.tugas mentadbir negara bukan satu yang dapat di angan-angankan,saya tidak menyentuh hal sesensitif begitu walau sebenarnya sedap dibicara di kedai-kedai kopi... biarkan mereka..

Bahan saya ini, berkaitan dengan masyarakat kita, terutamanya masyarakat kami di Ranau Sabah .yang dikaisahkan menerima kedatangan islam melalui seorang yang dapat menzahirkan sesuatu yang jarang berlaku ketika itu.satu masa sebelum kedatangan bentuk agama.

Saya beranggapan masyarakat saya tidak menerima dakwah islamiah secara formal Cuma menerima islam melalui aliran kepercayaan *kebapaan*, dan mereka beranggapan apa yang mereka tertarik itu dan pelajari adalah ajaran islam yang lengkap. Lalu setengahnya beranggapan ajaran yang disebarkan kemudiannya adalah tak lengkap dan langsung tidak menerimanya , ada pula yang beranggapan apa yang mereka pelajari itu adalah isi dan yang kemudian-kemudian ini adalah kulit sahaja. Kemudian ada yang lebih hebat lagi mendakwah sebanarnya Al-Quran itu ada 40 Juz. Dan yang 10 Juz lagi itu ada pada mereka nauzubillahminzalik.

Pemikiran dan sangkaan ini sukar untuk disangkal apatahlah lagi diubah….siapa yang berani? Silakan buka langkah…. "saya lebih dulu makan garam....", "inilah yang membesarkan kamu....", itulah ayat yang biasa didengari oleh genarasi saya.Biarpun Saya lahir dan dibesarkan dalam keadaan ini saya tidak minat, bukan saya tidak beradat, walaupun sering tercarik adat, Cuma dalam naluri saya, keinginan untuk memahami dan mengatahui apa yang tersirat dan tersurat dalam sesuatu upacara itu berani saya utarakan.. kena marah juga... apa lagi dituduh antilllaaaa...saya selalu berfikir apa yang saya akan dapat kalau saya ikut? Dan apa yang saya rugi kalau saya tidak ikut? Bapa saya dam gengnya selalu marah-marah

Oleh kerana masyarakat saya ketika itu belum beragama *pagan* jadi saya beranggapan kebudayaan dan kepercayaan mereka masa itu lebih kuat pada *pated* dan upacara ini kemudian dimasukan kedalam acara aliran kepercayaan. Dan saya merasakan amalan yang dibawa oleh Mandur Sarif *saya tidak ada pun catatan berkaitanya Cuma mendangar cerita dari mulut ke mulut*tidak mencapai tahap yang sepatutnya kerana beliau tidak lama mengajar, tambah lagi anak-anak murid kemudiannya gagal menguasai bacaan Al-Quran. Solat pun tak mau.. puasa pun tiga hari… sembelih pun kerana makhluk dari gunung di hantar lagi ke gunung kinabalu bertambah-tambahlah jumlah makhluk di sana… tu yang saya tak berani naik ...

Bila Mandur Sarif kembali ke bumi Indonesia. Siapa pengganti ? mulanya Bapa Ali *Kg.Lohan -ini rasanya saya tidak sempat bertemu tapi warisnya masih ada dan ada Seorang di Sook Keningau lupa namanya- Arwah ni sempat lagi saya bertemu dan sempat mendengar sedikit lontaran idea ,biarpun telah hilang penglihatan zahirnya tetapi penglihatan rohaninya mengkagumkan juga saya, waris-warisnya pun mungkin masih banyak. Yang pangkat abang ramai saya jumpa cuma jarang sudah boleh jumpa yang tahap tinggi. Sekarang peminatnya berkurangan, berselindung dan jarang menonjolkan diri. Kalaulah saya penyababnya adakah dikira salah.. ? perasan .. alah.. orang lain yang mulakan saya sambung ja..

Sebanarnya disinilah perkaranya mulai kita bercerita * rina'ait* sajin* pated* dalam meraih sesuatu dari persaingan, mulalah benda-benda ini mengambil tempatnya. Siapa berani kata benda-benda itu tak beri respon! Try kacau… .amalan bapaan ini digabung dengan kepercayaan dulu-dulu seperti pated maka ia menjadi lebih power gila… *apakah sebenarnya yang boleh kita lihat di sini?

Sedar atau tidak sedar , percaya atau tidak percaya. Ambil tahu atau tidak. .. akhirnya kita mewarsi sesuatu dari keturunan darah kita. Serasi atau tidak, suka atau tidak, nak tak nak. Benda itu mengikut kita setiap masa. Ada masalahkah? Kalau anda tidak bermasalah dengan benda ini syukurlah.. kalau anda ada masalah dengannya sabar, sabarlah dan carilah ikhtiarlah..


BADAL SABAH

Wednesday, January 6, 2010

bicara awal badal sabah

Salam perkenalan dan salam untuk warga Abjad,warga bangsa Melayu Jawi. Syukur Allhamdullilah segala puja dan puji kehadratnya jua.Pada masa ini telah di sah kan lah sudah cawangan Pertubuhan Seni Silat Abjad Jabat Jilat Malaysia. ke Sabah Negeri di bawah bayu oleh pejabat Pendaftaran Pertubuhan. Terletak di Lembah Kinabalu menuju ke Air Panas Poring. KG. LOHAN SATU RANAU SABAH. Tempat kelahiran saya.Terima kasih saya kepada kedua ibu bapa yang amat memahami saya,keluarga seterusnya,saudara mara dan saudara-saudara mereka yang tak serik dan tak berbelah kepercayaan, memberi sokongan moral kepada diri saya. Tanpa anda semua apalah yang boleh saya lakukan,Saya akan berkongsi dengan pemilik bloger untuk menghias dan melayan emosi tetamu yang hadir ke halaman kami... dipersilakan.... Segala hormatnya bloger-bloger semua di alu-alukan melontaran mutiara mutiara yang berkilau-kilauan..... bukan saya tidak beradat tapi saya sering tercarik adat .....

Sekitar april 1990 kami seramai 9 0rang, iaitu 4 lelaki dan 5 perempuan atas usaha ABIM daerah Ranau.kami dari Ranau ke Kota Kinabalu dan bertolak ke kuala lumpur mengikuti penerbangan MAS yang mana tiket penarbangan kami di biayai sepenuhnya olah Tan Sri Kasitah Gadam *Menteri ketika itu terima kasih Tan Sri.*saya tidak lupa, panggil saja bila-bila... Jasamu saya kenang. Dari kuala lumpur kami bertolak pula menuju ke Peneng Bukit mertajam ke sekolah yayasan mesiriyah. pagi tu, sesampai saja terus ditemuduga oleh Tuan Mudir untuk penentuan kelas.oleh kerana saya yang ditemuduga,maka jadinya dimasuklah kami ke kelas ikdadi *pemulihan lah ni... pagi tu juga. wah....! alangkah terkejutnya saya. bila melangkah ke dalam bilik darjah dan dipilihkan pula tempat duduk di hadapan sekali.Adik-adik di belakang kata abang, abang tolong tunduk sikit tak nampaklah.... malu juga bah saya. apa tidaknya adik-adik di belakang tu masih rendah-rendah belaka. saya pula ni sudah lepasan SPM.

Seminggu kemudian dengan bantuan kak sakinah *lama saya tak dengar berita juga dia ini *kami pakat-pakat pindah ke madrasah Irshadiah al-asraf al-wataniah SG.Bakap sebarang prai selatan Peneng.jaraknya taklah jauh sangat dari Bukit Mertajam rm20.00 ketika itu sewa teksi.setibannya di sekolah ini satu lagi kekaguman muncul bah. wah...... begini rupanya yang dinamakan sekolah pondok.Asramahnya sebiji macam pondok pondok.orang-orangnya yang ada disekolah ni pun, ada yang dah berumur 80 tahun keatas pun ada.jadi.. ngamlah betul orang seperti macam saya berada di sini.

Beberapa bulan kemudian tiba-tiba saya jatuh sakit pula, adoi.... seksa juga sakit ditempat orang ni...mimpi pun macam-macam juga dirasa.sedang sakit ni tiba-tiba ada seorang kawan datang melawat dan mengsyorkan lalu membawa saya kehospital. alhamdullilah.. lebih seminggu jaga saya mengidap demam kura kata orang sana.bergilir pula kami jatuh sakit lepas seorang seorang. kira 4 orang semua kenalah.salam perkenalan barangkali. kawan yang melawat tu terus jadi pelawat harian kami, cepat mesrah dan tak berapa kekok mendengar cara kami bercakap. serasilah tu kan.. *Ust.Hasnan Bin Hassan khabarnya dia bertugas di Jabatan Agama Islam Peneng sekarang.rupanya dia ni adik kepada pengetua sekolah pada ketika itu.

Lepas tu berkenalan saya dengan Abang Jamil,Ust.Rashid Man *khabarnya dia ni salah seorang Badal Penang bagi aliran mufarakah dengan Ustat Mat Janggut ketika ni,.juga ada Abang Kadir yang tak putus-putus menghantar saya berubat, saya pun sakit teruk oh..buatan orang konon* tang man hang la ni abang kadir * merekalah yang memperkenalkan saya dengan Tok Ayah Tasik Cikgu saidin pesarah Cikgu berangkali dan selapas itu saya sering berziarah kerumahnya *Cuma saya tidak mendapat maklumat sebanar tentang keluarga dan diri Allahyaraham ini. Jadi sudilah kiranya waris atau sesiapa yang mengatahui biodata beliau mengirim kepada saya untuk pengatahuan saya.secara tidak langsung saya terus menerima tarbiah dan pendidikan Abjad ini terus dari beliau kali pertama saya bertemu dengan Tok Ayah Tasik. Hati saya dah berbisik macam pernah jumpa tapi dimana ya… sambil saling berkenal-kenalan saya nampak beliau menggunakan kemahiran mengira kekuatan nama saya wau... Apa ada pada nama…? tuah ayam nampak dikaki tuah manusia siapa yang tahu……?.beliau tak setujuh bila saya kata saya dari suku kaum dusun sabah. Katanya sepatutnya Saya adalah dari suku kaum Bugis,orang dusun ni mana ada.katanya.Jadi bolehlah kali saya mengaku saya dari suku bugis…? lama berkenalan, berziarah dan mengikuti aktiviti Abjad terbukalah sudah hati untuk berguru dan berbai’ah dengan Tok Ayah Tasik Cikgu Saidin * Tasik Junjung guru Selindang Mereh time Jepun. Belum bagi lagi. Tok ayah tasik suruh solat hajat istikorah 40 hari, tak apalah rasa masih mudah dilaksanakan, cuba kalau disuruhnya puasa seminggu, mungkin tak sanggup la… . ala… nak seribu daya tak nak berjuta dalih..dapatlah juga saya berbai’ah dengan tok ayah tasik dan membuat kenduri asas, Ust.Hasnan Bin Hasan minta emaknya masakan ayam empat warna ,saya ketika itu digelar si bodoh.dan memang pun barangkali saya ni bodoh.Alhamdulillah untuk naik ketahap seterusnya . saya tak ambil masa yang begitu lama. Tiga bulan aja dah mula berubah… heee..tak sampai ke bulan pun.


Pengambaraan Saya baru bermula…Pesan Tok Ayah Tentang apa yang saya akan hadapi disabah ini BANYAKAN BERSABAR, *Begitu jugalah pesan Ustaz Mat Pada kami Di majlis Kuliah Mingguan di Amanjaya SG Petani ketika kami berkunjung ke sana pada JUN 2009.

Saya berkenalan pula dengan ustaz Din guru dispilin sekolah, la ni ustaz Zainuddin Bin Osman ni SETIAUSAHA AGUNG PUSAT. Ustaz din ajar saya cara mengurut. Wah. Bab ni ramai orang kampung ku minat bah. Sekarang ni cara mengurut ini saya panggil Jabat Urat. alaa…. Nak bagi sedap nama ja bah. Di sekolah Irshadiah ini Selain ustaz Din ada juga ustaz Pak long Wahab saya kenal melalui abang Jamil* orang ni pun dah mufarakah dengan Ustaz Mat subahanallah.jasa-jasa mereka ketika aku bersekolah dulu aku tak pernah lupa. Pak long Wahab masih baca Kitab Umumi . Ustaz Din ni dah kami bawa sampai ke tampat kami.Dan sempat juga kawan-kawan bawa dia naik jembatan diatas pokok ke pokok tinggi tak tinggi mari datang cuba…. kami tak tinggal pun di atas pokok… Dan ada ura-ura ustaz Pak long Wahab ni pun mau di import juga ke tempat kami dalam masa terdekat. Kebetulan pula kami dalam 4 orang pelajar lelaki tu adalah seorang yang berjodoh dengan orang sana, anak tuan guru pula tu. ni depa nak mari makan belanja kat kampong kami la …. Tinggallah saya seorang lagi yang belum bertemu jodoh….. ibu- ibu ,bapa-bapa. Siapa yang…… aiya… lagu indon

Pernah juga Tok Ayah Tasik cerita pada saya, di halaman rumahnya suatu masa dahulu ramai berlatih latihan padang dan pernah satu ketika dahulu Syekh Nasir Osmani melihat persembahan latihan padang antara Tok Ayah Tasik dan Ustaz Mat ,tuan-tuan, puan-puan encik-encik dan cik-cik, mereka berdua ini saling tikam menikam didalam sehalai kain sarung, sehinggalah habis koyak rabak kain sarung tersebut. Alhamdulillah tak ada apa-apa.. tuan guru pun berlatih bah…. Ini sebut ja latihan gelanggang .. ada yang sakit perut dan ada yang konon tak berminat …

Dan seingatan saya, ada saya pernah mengutarakan tentang mimpi saya yang aneh, saya bermimpi ,saya berbai’ah dengan Tok Ayah dengan tangan bersilang……

Masa sekolah menangah dulu saya minat betul baca cerita bersiri dalam Varisari Bercakap Dengan Jin oleh Tamar Jalis dan ada buku dijual atas nama Berkelahi Dengan Syaitan oleh Tok Awang Ngah. Aku rasa mereka ni lain daripada yang lain, dan teringin sekali saya mau berkenalan dengan mereka ini, siapa sebanarnya Tamar Jalis dan Tok Awang Ngah ini…. *sudi-sudilah berkenalan dengan saya…yang amat menarik hati saya, suasana yang berlaku pada mereka ini dalam buku itu sentiasa ada dan pernah berlaku pada Masyarakat kami…apa tah lagi dengan saya dari dulu dan sampai sekarang pun, tak larat nak tanggung…, *dulu sepatah ayat al-quran pun aku tak pandai baca . Ustaz dalam cerita berkalahi dengan syaitan banyak menggunakan ayat al-quran dalam kaedahnya dan ada ditulis dalam tulisan rumi tapi aku tak mampu bunyikanya dengan betul, manakala watak datuk dalam bercakap dengan jin lebih banyak menggunakan petua-petua dan pantang larang masyarakat melayu pada ketika itu. wui… dulu-dulu aku orang muda memang berminat tau bab-bab begini dan ada juga aku ikut kawan menuntut ilmu…..

Cara aku berguru dengan Tok Ayah Tasik tidak sama berguru yang dulu-dulu.saya perlu menolak dan membuang semua yang terdahulu. Aku bermula dengan mengosongan segala-galanya ,sanggup tak sanggup!.?. Dan ada sedikit kejutan, percaya atau tidak percaya sedar atau tidak sedar. rupanya masyarakat kita ini memang mempunyai pendinding, kita mewarisi sesuatu dari nenek moyang yang telah membuat perjanjian dan persembahan kepada selain Allah s.w.t. dan yang jadi masalahnya sekarang, pendinding kita ini sering menuntut sesuatu, dahlah tidak sesuai dan tidak menapati syarak’...masyarakat kita pula terasa sayang akan benda-benda seperti begitu.. dan proses untuk memisahkanya pula sesuatu yang tak mampu digambarkan…kerana mereka mengatahui keturunan darah yang pernah mereka makan sejak dahulu lagi..BENARKAH INI BERLAKU ? rupanya saka yang saya bawa boleh dilihat sejauh jaraknya oleh pengamal kerohanian.. saka boleh diwarisi dengan mudah manakala membuangnya pula terpaksa melalui proses yang sukar…..entah dari mana saya warisi….

Saya beramal dengan Jabat 14 dan Jabat Penimbul Versi Tok Ayah Tasik sampai ke hari ini.. Saya juga maklum dengan beberapa versi Jabat 14 dan Jabat Penimbul lain.Dengan kawan-kawan pernah saya pamerkan Jabat 14 Versi Tok Ayah Tasik. Cuma saya lebih menggalakan mereka memakai Jabat 14 Versi Kabangsaan yang telah dipersembahkan oleh saudara Setiusahaa Agung Pusat. Manakala untuk Versi Jabat Penimbul Tok Ayah Tasik tidak pernah lagi saya persembahkan kepada sesiapa dan saya amat berharap juga dapat berlatih dengan pewaris Jabat Penimbul Versi Tok AyahTasik, kerana saya pernah mempunya rekod membuat kesilapan pada Versi Tok Ayah Tasik, Nasib ketika itu sempat lagi saya mempersembahkanya dihadapan Tok Ayah Tasik dan membuat pembetulan.

Sekitar 1995 selapas mengambil 4 Thanawi dan STA di Titi Serong Perak akhirnya saya mengambil keputusan untuk kembali ke kampong halaman.sambil cuba-cuba applay kerja dengan kerajaan dan.terpaksalah juga kerja-kerja kampong untuk cari duit saku. Lama juga menganggur, nasib ada juga yang sudi tolong jadilah saya guru sandaran ,3 tahun jadi guru sandaran . Nasib tak berapa baik, julai 1999 jawatan guru sandaran di berhentikan saya tak layak pula masuk maktab menganggurlah lagi. Alamak…. apa nak buat ni…tak ada tersimpan apa-apa..

Dalam tempoh menganggur kali kedua ini lebih banyak cerita dan pengalaman….
Sabtu 11.03.2001, pada hari kelahiran saya Ayah saya menghembuskan nafas yang terakhir setelah sekian lama menghidap penyakit alaf baru. SETIAP YANG HIDUP PASTI AKAN MATI.. masa ayah saya meninggal dunia, saya hanya ada rm 29.00.mana nak cari duit.. ah….aku ada motor RG kira nak jualah motor tu.Alamak.. motor ni orang lain yang pakai pula . Subahanallah ini semua kehendak allah swt . Setelah kematian ayah. barulah saya tahu didalam dompetnya, ayah ada menyimpan gambar saya ,Allahu Akbar,.menjunjung kasih seorang ayah, Al- Fatihah untuknya..Ayah saya ini, pernah mengikut orang berbai’ah dengan saya. Ketika itu saya membai’ah orang tanpa izin dari Pusat. Lagi pun Orang yang datang, saya tak pernah ada bagi tau walau seorang pun yang saya ini beramal dengan Seni Silat Abjad. Ingat senangakah mau korek ilmu saya….aku susah payah belajar senang-senang mau kutipkah.. Macam mana mereka tahu… wallahuallam…

Satu hari, entah macam mana dimintalah aku oleh Balai Polis Ranau untuk memberi ketarangan konon ada budak-budak buat laporan saya Mengajar silat dan mengutip bayaran. Aku tak marahlah polis panggil saya.sebab ada jugalah tau sedikit tu peraturan , cuba bayangkan manalah saya mau bahayakan diri saya. dahlah Mengajar silat tu memenatkan, menganggu kerja dan memang tak dapat apa-apa income pun..buat apa nak buat juga..lebih baik tanam sayur atau tanam candawan dapat juga duit minum-minum kopi. Ya lah..kan .. Budak-budak ni lapor sebab saya tak mau Mengajar barangkali atau memang ada yang merasa di hati…. Sehingga aku mencari kerja pun diganggunya, cari punya cari kerja .. dan halangan demi halangan ,Alhamdulillah orang tolong dapatlah saya kerja di Labuan.

Julai 2004 saya mula bertugas sebagai guru agama di Sekolah Rendah Agama Islam Abu Bakar Bebuluh Wilayah Persekutuan Labuan. Alaa…. Mula-mula dulu pun, aku ingatkan labuan ni maju dan sejeterah. Labuan bukan macam seperti dulu syurga membeli-belah. Tidak ada lagi yang menyeronokan tentang labuan melainkan bagi mereka yang lemah imanya.apa tah lagi bagi orang yang tidak beriman. kepada macam kami. Alahai.. kepada siapalah boleh disuarakan..dah lebih sepuluh tahun Elaun bulanan RM470.35, layak, pula menerima bantuan baitulmal RM250.00 jadilah RM667.35 sebulan. Sewa rumah, bil air ,bil letrik, belanja dapur.dan tambah lagi Penolong Pengarah yang ada sekarang banyak mewajibkan kehadiran aktiviti yang tiada kaitan langsung. tak datang, dapat surat amaran bila datang, terpaksalah keluar duit belanja tambang menambang kenderaan .kalau dikira-kira tak mampulah ustaz dan ustazah ni membesarkan anak-anak mereka dalam situasi begini, syabas., gua Tabik hormat lu semua Alhamdullilah mereka boleh bertahan sehingga kehari ini.sabarlah, dah dapat bertahan selama 23 tahun, apa saja kalau dua tiga tahun kehadapan lagi sabar. Dan banyakan bersabar.

Baru-baru ini yang ada SPM dapatlah tawaran DGA29 Kontrak 2 tahun. termasuklah juga saya. Lumayan… sehingga ada yang cemburu. Yang peliknya kami terpaksa turun pagi 7:30 Pagi - 11:30 Pagi dan petang1:30 petang - 5:30 petang,kalah-kalah time pejabat bah.di tambah lagi kena bergilir pula menolong tugasan kepejabat ,dan ayat powernya tak habis-habislah pula kami dikata tak layak tak layak. Kamu tak layak! Tapi disuruh kerja macam-macam. sapa tak sakit hati .Macamlah dia yang urus semua,sehingga habis dibantainya Penolong Pangarah yang lepas-lapas tak pandai buat kerja katanya. Wwho… nasib saya bukan ultramen fire….. terus bah…. Wah! main sedap hati aja…tuuu laaaa tak layak jadi ultraa…. Menn…. Inilah lumrah kita makan gajikan?, saparuh gaji itu memang untuk kita dimarah,tak tahan, baik letak jawatan saja. Barangkali itulah jawapannya untuk diri saya supaya dapat berkhidmat sepenuh masa sebagai Badal Negeri Sabah?
. Sekian wassalam

BADAL SABAH


DAFTAR AHLI ONLINE

PERTUBUHAN GERAK SENI SILAT ABJAD ASLI JABAT KILAT MALAYSIA  CAW. SABAH

Borang Permohonan Menjadi Ahli Online

Nama :
Umur :
Alamat Tempat Tinggal:
Pekerjaan :
Alamat Tempat Kerja :
No.Hp :
Email Address:
Catatan / komen / Pendapat

sila sediakan :

2 keping gambar ukuran pasport

2 Salinan My Kad depan belakang

Yuran Pendaftaran RM50.

 


This form powered by Freedback